Minggu, 21 September 2014

Problem Dan Protek Power Supply Switching Akira


Pernahkah anda mengganti STR di Switching Power Supply yang rusak atau  jebol? Baguslah begitu diganti langsung jadi dan hidup normal. Tapi bagaimana jika diganti kemudian tetap tidak bisa hidup kembali alias switching tidak bekerja? Sekunder trafo tetap tidak ada output tegangan secuilpun. Lantas apa solusinya?
Apakah STRnya asli? Bisa dan itu masuk akal. Ganti yang lain lagi atau beli STR baru.Setelah diganti dengan yang baru,hasilnya bagaimana? Hidup dan output sekunder ada. Kasus ditutup. 
Tapi bagaimana jika setelah diganti tetap tak ada hasilnya. Apakah ada yang tidak beres? Kalau tidak bekerja dengan normal berarti ada yang tidak beres. Lalu apa langkah kita. Ganti STR lagi karena dugaan kita STRnya palsu dan tidak ORI. Benarkah begitu?




Pengalaman kami,Biasanya terjadi karena Dioda Penyearah putus atau short. Jika putus dan short akan mengakibatkan tegangan drop atau turun sampai Nol. Akibatnya optocoupler mengumpan balik ke rangkaian Primer Switching bahwa tegangan turun. Sehingga STR berusaha memompa naik tegangan output sampai maksimal. Tapi sampai maksimal sekalipun kerjanya sampai di titik jenuh hingga mengakibatkan STR thermal sampai STR reset kembali. Thermalnya mengakibatkan rangkain STR akan Off total. Gunanya mencegah kerusakan yang lebih parah.
Short atau putusnya dioda disebabkan terjadi karena Elko sesudah dioda kering .Keringnya elko mengakibatkan beban ditumpukan di dioda penyearah. Berapapun besar amper dan voltase dioda akan membuat dioda terbebani dan panas. Berbeda jika elko bagus,tegangan akan bisa disimpan dan disupply dari elko ke beban. Jika dioda terbebani dan kian panas berakibat dioda akan rusak. Rusaknya dioda {short atau putus}akan membuat STR bekerja dengan berat. Akibatnya Protek STR akan bekerja. Rangkaian dan switching akan dimatikan.
Saran kami,selain ganti dioda ,ganti juga elkonya. Kalau perlu ganti dengan yang lebih besar mikro dan Voltasenya, aslinya 100mikro/160V ganti dengan 150mikro/200Volt atau lebih,biar lebih awet hidupnya.Bila perlu ganti  R601A  47K ohm / 1 watt,berfungsi sebagai pengaman hubung singkat.Biasanya tahanan ini terbakar akibat dioda short atau putus. Kalaupun tidak biasanya nilai R ini telah berubah. Ganti saja toh harganya murah.
Jika anda sering menjumpai ganti dioda dan kemudian dioda rusak lagi,lalu ganti baru,kemudian dioda putus lagi, bisa dipastikan elko sudah kering dan nilainya sudah Nol.
Oh ya pastikan dioda penggantinya  3 Amper / 1000 Volt. Usahakan voltasenya dioda minimal 400 volt,ya? Semakin besar tentu lebih bagus.  Tapi jangan terlalu besar apalagi sampai menyita tempat.
Alhamdulillah , Semoga bermanfaat...Aamiin...

Sabtu, 20 September 2014

Perbaikan TV Akira Mati Total MATOT

Sirene angin tanda pulang kerja meraung sombong dan garang,membuat pekak kendang telingaku. Gila...pasang sirene dengan amplitudo yang gila dan congkak.
Tak jelas kenapa sirene segede kambing guling dan sekeras sirene kereta bisa terpasang di tembok PT tempatku bekerja. Tak cukupkah sirene yang kecil asalkan cukup terdengar nyaring? Tidak tahu mungkin yang pasang sudah terkena wabah budres alias budeg dan setres.
Mudah2an yang kerja di situ tidak ikut2an budres,termasuk aku hehehe....
Eng...ing...eng...pulang... Sepeda mesinku meluncur pesat menuju TKP.
Sasarannya adalah rumah rekan kerjaku, Sujito di Perum Setu Asri,Bekasi. Tempatnya 15 Km dari tempat ngoreh rejeki di Cikarang,Bekasi.
Kali ini TV 21 Inch,Layar semi cembung. Ya dibilang cembung ga begitu,dibilang flate ga juga.
Terserah apa sebutannya. Merk Akira (China tapi cukup dikenal), Type 21PZS1/CE T.
Keluhannya mati total. Jan babar blas ora ana tanda kehidupannya.
Matot sebutan lazim para teknisi elektro. Tukang dandan istilah Jawane...hehehe...
Begitu datang ke rumahnya,aku langsung coba tancapkan stop kontak power TVnya.
Power saklar aku tekan...klik...LED Power tidak menyala.??? Hah...kok bisa???
Sepi tak ada reaksi,tak ada gambar dan tak ada suara secuilpun.
Jan sepi pisan,ya! Stop kontak aku cabut kembali. Kalau ga dicabut ntar kecetum (kesetrum),dong...!!!
Langkah berikutnya...kabuurr...!!!
Bukan kabur,bongkar cover backnya dan mulai lakukan pengecekan.
Pertama : Cek kabel powernya,hasilnya masih mantab.
Kedua   : Cek Sekering
Lantas dioda penyearah Primer Switching, Cek STR, ternyata STR jebol dan ada sisa bekas meledak.
Ganti ??? Ya iya dong,masa iya iyalah..Ada???  Kebetulan aku ada spare partnya jadi bisa langsung ganti.
Singkatnya IC sudah diganti. Selesai??? Belum,harus dicoba dulu bagaimana hasil testnya.
Segera colokkan power kontaknya...Switch powernya dionkan,klik...!!! Hasilnya masih tetap alias masih padha bae. Indikator power belum menyala.
Cek tegangan sekunder tidak keluar. Nah,ini masalahnya. Trus apa sebabnya,ya?
Cek kondisi visual komponen masih ok. Coba cek secara fungsi. Cek dioda , resistor , transistor. Nah, ketahuan,ternyata dioda RU3A short. Pantesan switching blok.
Setelah diganti....power indikator warna merahpun menyala terang. Cuma tegangan B+ 105 masih 85Volt,gimana bisa ngangkat FBTnya. DiAdjust tetep belum bisa stabil. Sebentar 105 beberapa saat turun lagi. Duh apanya,ya?
Sambil Ngopi dan mikir...Optocoupler,dioda sampai transistor sudah diganti. Hasil masih tetap sama. Coba ganti elko dan trimpot adjust B+ . Komponen ini yang belum tersentuh. Ternyata VRnya tidak stabil,trus elkonya dah kering habis. Kayaknya ini biang keladinya. Pantesan diubek di mana mana ga ada perubahannya. Pede banget,ya??? Coba dulu ahh...
Wuih...tegangan stabil,diadjust 105 volt tetap mantab stabil. Bener juga. Hasilnya tokcer...Alhamdulillah Ya Allah,pekerjaan selesai dan hasil memuaskan...!!!







Ini hasil akhir setelah proses pencarian yang sangat menyita energi dan pikiran , serta konsentrasiku...!!!

Type 21PZS1/CE

Type 21PZS1/CE

Semoga bermanfaat bagi kita semua , aamiin...!!!