Ini merupakan catatan kecil bagi kami,yang mungkin tak akan terlupakan dalam perjalanan kehidupan sebagai anak manusia.Catatan ini ditulis dengan perasaan agar setelah perjalanan ini berakhir,setidaknya menjadi kaca benggala dan sekedar intermezo yang mungkin akan berakhir di tempat sampah.Yah,di tempat pembuangan sampah,di tempat yang tidak berguna bagi kebanyakan orang. Meskipun masih banyak sampah yang demikian jorok dan busuknya,Sampah Masyarakat...he...he...he...
Kenapa catatan ini ditulis dengan perasaan (meskipun tangan yang bergerak)? Ini karena,kalau digunakan dengan otak,maka bisa yang keluar ide-ide yang penuh dengan rekayasa,tipu-tipu dan bisa jadi malah muslihat licik dan norak (maaf,ini sekedar pendapatku,trims).
Sebenarnya kami tidak ingin menceritakan kepada siapapun.Tapi kok ga tahan untuk menceritakan dan menulisnya,thoh tidak kepada orang lain. Kalau diceritakan dan ditulis di blog sendiri,apakah suatu kesalahan? Blog sendiri,kenapa tidak? Bukan blog orang lain atau mendompleng,biar jadi terkenal dan diangkat jadi kepercayaanya...Memangnya kami tak punya kemampuan seperti halnya orang yang tidak mampu,tapi diberikan mandat,sehingga terkesan mampu? Ah...itu sih memaksakan diri,ga lah kalau bagi kami. Norak...!!!
Bagi kami jalani hidup ini dengan enjoy,jika mampu kerjakan,jika tidak ya ga usah dikerjakan.
Filosofi yang sederhana,khan? Yah,karena apa saja yang dipaksakan,hasilnya tidak baik.Pemaksaan adalah tindakan tidak terpuji,so kenapa kita mau dipaksa? Tapi kenapa banyak orang suka dipaksa,ya? Mencari cari-cari,agar orang bisa dipaksa,kemudian memaksa dirinya? Itu mah sama saja dengan Ngoyo...Bagi kami Ngga lah yauwwww....!!!
Tapi gimana jika ada orang yang dipaksa enak?Ya itu tadi,banyak orang mencari dan memaksakan diri minta dipaksa. Terus gimana kalau ada orang dipaksa tapi tidak enak? Wah...kalau yang ini banyak,orang Jawa bilang,Mambrah-mambrah katanya.Memang iya,mambrah-mambrah (Banyak sekali),ah apa iya?
Mungkin bagi kebanyakan orang,kami terkesan ngomong saja,kalau iya mana buktinya,mana...mana...mana?
Nah tuh,mulai maksa.Pada hal dari awal dijelaskan,kalau maksa itu tidak baik,tapi kecenderungan orang memang suka memaksa juga. Dibilang No Comment,masih bertanya saja,dasar tukang paksa,pengin tahu saja urusan orang lain.Pada hal apa untungnya dan apa manfaatnya bagi dirinya.
Alasannya,kalau baik bisa mencontoh,kalau jelek,kita bisa belajar. Itu teorinya...Faktanya...???
Banyak kejadian baik,kita paling berdiam diri,paling-paling kita bilang,lumrah tuh...!Terus kalau kejadian jelek,kita bisa berkoar-koar mencela,mengecam,mencaci maki,mencibir,menghina,walaupun tak sedikit (mungkin) yang memberikan saran,nasehat dan masukan yang membangun dan berguna.
Lalu apa gunanya kritik dan saran? Itu kalau memang berguna,tapi biasanya,kritik dan saran biasanya keluar karena ketidak puasan dan bukan karena merasa puas. Iya khan?
Lalu,siapkah kita dengan saran dan kritik,meskipun yang pedas dan tajam? Kebanyakan,orang senang dipuji dan disanjung,ini biasa terjadi di dunia manapun di alam jagat manusia.Dan aku pernah membaca buku tentang bagaimana meraih Sukses,pujian dan sanjungan,mampu meningkatkan produktifitas.Terus,gimana kalau orang itu sebenarnya tak pantas,tapi ingin dipuji?Kalau yang ini bisa dikatakan orang gila,jaman sekarang dikatakan "Gila Pujian" atau "Gila Sanjungan" Bisakah disebut Caper (Cari Perhatian)?Aaaah...kalau yang ini sih...Capeeeeeee.....dehhhh....!!!