Terasa lega dan hilang capainya saat pulang kerja,disambut anak (tentu saja dengan istriku yang selama ini setia mendampingiku) dengan senyum dan kegembiraan. Ini adalah obat yang tidak dapat diperoleh di manapun di dunia ini.
“Papa pulang…papa pulang…” Tika,anakku yang pertama menyambutku plus senyum gembira dan cerianya seorang anak.
“Pa,kim…” Bagas,anakku yang kedua (2.5 tahun),masih belum bisa mengucapkan satu kalimat dengan lengkap dan jelas. Kim itu artinya Cream (es cream).
Menghadapi kedua anakku,aku hanya tersenyum saja. Kalau yang besar memang sudah tahu,tapi yang kecil tahunya aku pulang kerja ya harus bawa es cream kesukaanya.
“Memang Dede mau es cream?” tanyaku pada anakku,Bagas. Dengan tatapan bening dan lucu anakku mengganguk mengiyakan.
Masuk ke dalam rumah,istriku menyambut dengan mesra dan senyum manisnya,sementara kedua anakku nempel terus kayak perangko.
Mereka baru pergi,setelah mendapat receh untuk beli jajan,kebetulan tempat belinya ada di depan rumah,dipisahkan satu jalan perumahan di depan rumah.
Terima kasih buat istriku yang begitu setia menemaniku dalam suka dan duka. Dengan kalian istri dan anakku,aku siap menghadapi tantangan hidup yang sedang dan akan menghadang.
Kopi manis yang kuminum sepertinya kurang manis,dibanding dengan melihat kalian tersenyum dan berbahagia.
Kalian adalah sumber semangat dalam hidup plus cinta dan gairah. Entah apa jadinya aku tanpa kalian di sampingku.
Kalian terlalu berarti dalam hidupku.Darah kehidupanku yang mampu membuatku sanggup mengalir dahsyat dalam tubuhku.
Cinta dan kasih sayang kalian terasa begitu sangat berharga dan bernilai.Kalian adalah kehidupanku yang sebenarnya.
Aku bisa kuat dan tegar juga karena kalian,bukan hanya karena namaku.
Kembali kuseruput kopi yang dihidangkan istriku,dan optimisku sepertinya keluar ribuan lipat.Bukan karena kopi ini tapi karena cinta dan kasih sayang kalian yang penuh dengan hikmah dan makna.
Terima kasih buat istri dan kedua anakku tercinta,aku pasti mampu.Aku yakin,pasti...!!!